Monday, 20 October 2008

bergerak dengan sang waktu...


"Bener, besok datang jam 10 tepat, ya?” begitu kata teman saya yang mengadakan pertemuan rutin di suatu tempat.

“InsyaAllah,” kata saya dan kemudian kami pun berpisah.


Esoknya saya datang jam 10 kurang 15 menit, karena saya ingin tepat waktu dan sebisa mungkin
harus on-time, setidaknya ada sisa waktu sedikit untuk menunggu yang lain datang. Saya pun telah berberes rumah dan menyelesaikan pekerjaan lain agar bisa on-time seperti kali ini. Tapi hingga waktu hampir menunjukkan jam 11 pun, belum tampak wajah-wajah yang lain.


“Biasalah jam Indonesia, jam karet,” kata salah seorang teman, seolah itu sudah kewajaran.


“Tadi masih ngurus kerjaan jadi tak bisa tepat waktu,” kata yang lain.


Bahkan yang mengadakan pertemuan juga telat...


Bla... bla... bla... hmmm...


Bukan saya merasa gimana, tapi bukankah membiarkan teman menunggu itu sangat tak baik... dikatakan oleh salah seorang teman, sama dengan membunuh waktu orang.


Jika semua belum lengkap, maka acara pun belum bisa dimulai dan akhirnya jadi saling tunggu-menunggu.


Karena saya punya banyak hobi termasuk membaca dan jeprat-jepret, maka di tas ransel kesayangan benda-benda itu tak pernah ketinggalan, plus alat tulis-menulis untuk mencatat ide yang tiba-tiba datang atau untuk mengusir kebosanan selama menunggu.


Dan bila waktu sudah sangat mepet saat berangkat, saya baru ngebut pas naik motor, karena saya tak ingin orang lain juga menunggu saya. Namun tentu juga tetap berhati-hati...


Pun saat saya siaran dulu, tentu acara-acara yang sudah terprogram tidak bisa diundur ataupun dimajukan. InsyaAllah berusaha in-time jika kepepet... namun jika bisa on-time, saya pun juga akan lebih santai...


Bahkan tentu saya pun juga pernah terlambat... tetapi biasanya, ya... bergerak dengan sang waktu... karena tersesat di jalan (hehe, lum terlalu hapal Balikpapan meski dah lama tinggal)... atau masih bantu jualan di rumah...


Saat akan ada acara, ada baiknya memang semua keperluan dipersiapkan terlebih dulu termasuk berbenah di rumah yang tentu sebelumnya sangat menyita waktu... misal dapat dimajukan dengan bangun lebih pagi... karena bangun lebih pagi juga punya manfaat untuk kesehatan.


Selain itu, sebisa mungkin jangan membiarkan orang lain menunggu, jika kita sendiri saja tak mau jadi penunggu.


Begitu pula dengan jam karet, tentu tak seharusnya dijadikan alasan untuk pembenaran, karena tidak semua orang seperti itu.


Dan masih banyak kok, orang yang masih bisa datang tepat waktu maupun tepat janji.


Jadi, bergerak dengan sang waktu... ayuk aja...! :)


21.39

10 Syawal 1429 H / 10 Oktober 2008 M



1 comment:

syadza kamalia said...

satu lagi ukh, kalo dimaklumin jd kebiasaan, trus yg maklumin bisa ketularan ;b
ehm,akhirnya sign up jg niy (demi kasi comment ke likha)