Wednesday, 11 March 2009

maaf ukhti, musti ditunda karena PEMILU (nah, lhoh)…

“Maaf ukhti, ta’arufnya lum bisa dijalankan karena ada PEMILU.”

 

“Maaf ukhti, walimahnya diundur dulu karena musti menyelesaikan tugas dulu untuk PEMILU.”

 

Hmm, demikianlah kalimat-kalimat yang terdengar pada beberapa insan saat sang calon sedang aktif pada partai, maka acara untuk walimah atau ta’arufnya ditunda karena alasan selesaikan PEMILU dulu.

 

Kemarin seorang teman berkomentar, “Kalau alasan karena kurangnya dana atau persiapan walimah dari keluarga dan lain-lain tentu tidak mengapa, tapi kalau alasannya karena selesaikan PEMILU dulu, kok kayaknya aneh, ya? Lagian, kalau kita menikah, akadnya kan sama Allah bukan sama partai.”

 

Yah, salah seorang telah ketiban peristiwa ini dikarenakan ia akan berta’aruf dengan seorang aktivis yang luar biasa sibuk pada sebuah partai. Hidup dan matinya sang calon adalah untuk partai.

 

Jadi teringat peristiwa lalu-lalu tentang betapa ane banyak kecewa dengan sejumlah insan yang aktif berdakwah melalui partai, namun mereka yang sering membicarakan dakwah itu, kenapa malah banyak yang tidak melaksanakan ucapannya?

Kedatangan pada sebuah acara adalah wajib, padahal tentu saja semua punya keluarga... membantu keluarganya dulu atau sedang ada acara lainnya yang juga penting bagi sang pelaku, di lain hari malah didesas-desus karena ketidak hadirannya. Nah, lhoh...

Gimana tho?

 

Lalu salah seorang teman yang memang sakit-sakitan sejak kecil, hingga mengharuskan ia selalu berobat, tapi malah dibilang sakit itu dijadikan alasan ketidakhadiran. Sementara ia tidak pernah bilang tentang sakitnya pada pemilik acara karena “ketidakbisaan” mengatakan “tidak.”

 

Lalu pada saat ane dengan teman bersusah payah meminta bantuan temen-temen aktivis dakwah via partai itu untuk membantu memberi pengajaran pada anak-anak jalanan, tidak ada yang mau.

Saat akan ada PEMILU baru mereka berbondong-bondong bertanya, bisakah orang tua anak-anak jalanan itu didekati untuk menjadi simpatisan partai.

Lhoh, kemarin-kemarin pada kemana semua saat kami minta bantuan?

Kok, sekarang dengan mudah menanyakan hal itu?

Tentu saja ane dan teman tidak mengijinkan dan memang sedari awal tidak akan melibatkan anak-anak itu dengan partai.

 

Terus terang ane nggak paham bagaimana berjalannya dakwah via partai selama ini. Haruskah dengan itu kemudian mengorbankan banyak kepentingan yang tidak kalah pentingnya. Terutama tulisan pertama tadi dan juga perihal keluarga. Dimana, kebanyakan kita sibuk di luar untuk berdakwah via partai, tetapi pada keluarga kita sendiri malah tidak ada perubahan.

Terus terang ane juga sangat sedih sekali...

Ini kekecewaan ane yang kesekian kalinya terhadap beberapa saudara ane yang aktif di partai, lhoh...

 

Mengadakan BAKSOS kalo pas deket-deket PEMILU, lalu sebelumnya kemana?

Apa bedanya kalo begini partai tersebut dengan partai lainnya. Sibuk mencari dukungan saat mendekati PEMILU saja. Bahkan kemarin acara Maulid Nabi juga memberikan sekian kotak makanan untuk peserta, ya untuk mencari simpati lagi sekalian sosialisasi partai. Berapa biaya yang dikeluarkan untuk 400 kotak makanan tersebut? Belum tentu warga akan memilih, tho?

 

Bukankah kemenangan ditentukan oleh simpatisan bukan kader?

Tentu jumlah simpatisan-lah yang lebih berperan, karena jumlah kader dan simpatisan tentu lebih banyak simpatisan.

 

Kata seorang teman lagi, partai tersebut, yang ada di sini dan di Jawa berbeda walaupun dengan nama yang sama, wadah yang sama. Entah bedanya di mana, yang jelas katanya di Jawa lebih banyak kader karena setiap ada acara tidak dipaksa “wajib hadir” tetapi dengan ketulusan hati, sehingga merasa tidak terpaksa melakukannya. Wallahu’alam...

 

Seorang saudari dekat diwanti-wanti oleh keluarganya, kalo bisa jangan bersuamikan orang partai. Dulu kakaknya adalah yang pertama mengenalkannya dengan tarbiyah tersebut, namun saat ia telah aktif, sang kakak malah mundur dari tarbiyah tersebut karena telah berubah menjadi partai. Wallahu’alam...

 

Dan untuk kawan tadi...

Bersabarlah ya... dan juga untuk semuanya...

 

 

NB : afwan jiddan jika ada yang tidak berkenan.

 

 

18 comments:

zukhruf an Navis said...

tergantung individunya,,jgn salahkan wajihah...^_^

fitri andriani said...

jadi ingat diriku yg juga 'mundur' karena ga pengen ngaji berpolitik hehehehe ... ^^

akhwat purple said...

Setuju cuy sama zukruf85,, hehe... ngikut...

zukhruf an Navis said...

kl ngikut...ayuk dibelakang ana..hehe...

akhwat purple said...

yup...

zukhruf an Navis said...

yah kl lihat HS anti,,,kyaknya ana yg dibelakang anti deh..hehe ^_^

Ummu Thoriq Andalusia said...

2 tahun yg lalu aku jg pernah mengeluh.. gak sama sie.. hanya mirip.. ujung2nya tentang masalahku dengan oknum.. ironisnya lagi.. oknum yg terlihat paling bersinar di komunitas (semoga ALLAH menutup aib-aibnya.. dan memberi kebenaran..)

Pernah juga aku melakukan boikot..
paling ekstrim bahkan berhenti mengaji..

Alhamdulillah, semua tanya dah terjawab sama perjalanan waktu..
Ingat banget tausiyah seorang kawan: Lakukan semua karena ALLAH dan kebutuhan ruhiyah diri sendiri..
Apapun yg didapat kemudian gak sesuai harapan.. normal banget.. karena komunitas itu hanya kumpulan manusia.. bukan malaikat..

Buatku bergabung dalam tarbiyah.. bukan lagi seperti tahun2 lalu.. bukan sekedar keren disebut aktivis yg dapat amanah sana-sini (sampe gak punya waktu buat keluarga), dll.. ketebelece gak penting!

Sekarang ketika bergabung, untuk kebutuhan diri sendiri.. yg mungkin gak bisa didapat dari sekedar baca buku Islami.. browsing di website islami.. download serial-serial Islami.. dll..

I love you ukhti.. bersabarlah..

Likah - Syafa Azizah said...

@zukruf85 : kebanyakan emang individunya, akhi…
justru itu kecewanya, mereka mengatasnamakan partai, tetapi dari pribadi sendiri kok pada lum ada perbaikan, yah…

@gitacinta : banyak media untuk belajar ya, bu?

@v3punya : yuk ngikut aja, tapi ngikut pada kebenaran dan tetep punya pendirian sendiri ya ukhti…

@klikazzahra : jazakillah ukhti untuk sharingnya, memang banyak sekali yang harus diluruskan dalam niat, nah mungkin itu gunanya muhasabah diri, ye…

semangat ajah…

khaleeda killuminati said...

^____^ senyum aja deh
entar sms-an lagi yah mba :)

Likah - Syafa Azizah said...

kenapa senyum doang, tadi ane juga udah baca postingan anti yang terakhir lhoh...

okeh, ditunggu SMS-nya ntar...
semangat ajah ya...

era pratiwi said...

^__^
sabar buww...

Likah - Syafa Azizah said...

yhe, kenapa senyum-senyum ajah atuh bu… :)
kasih komen lain atuh, hehe…

cinta purnama said...

kalau dikumpulin orang2 yang punya pendapat dan pengalaman yang kurang lebih sama, kayaknya bisa bikin perkumpulan juga tuh....(just kidding),
menurut aq sih yang pasti tidak ada yang salah dengan niat para pendahulu qt ketika mendirikan partai. toh kalau akhirnya ada yang gak sreg pengajian diatasnamakan partai,,,kan bisa dibicarakan dengan cara yang mungkin lebih bijaksana. Jangan sampai orang2 yang gak senang dengan keberadaan partai dakwah ini memanfatkan situasi untuk memecah belah qt.
Segala masalah insyaAllah dapat diatasi jika qt mau untuk mengkomunikasikannya dengan bijak^_^,
Dan satu hal yang paling penting adalah, dimanapun akhirnya qt "terpaksa" berdiri, selalu dakwah qt adalah untuk agama Allah. dan kalau partai bisa menjadi salah satu media dakwah dari tarbiyah yang qt ikuti, Why not githu loh....!!
Tidak ada manusia yang sempurna, dan manusia terbaik adalah dia yang bisa beljar dari ketidaksempurnann Itu....so keep fighting, Allahu Akbar!!!!

Likah - Syafa Azizah said...

@dhealova67 : wah, trims banget sharing-nya...
emang musti dikomunikasikan biar gak menjadi sesuatu yang akut, sementara tanpa disadari telah banyak yang gak senang. jadi musti saling ngingetin antar satu ama yang lain, musti lapang dada ketika ada sebuah pendapat atau kritikan. karena semua itu untuk kebaikan bersama, yeah...

pokoke tetep semangat untuk berdakwah... hanya karena Allah dan hanya Allah saja... Allahu Akbar...!

fi fi said...

^_^

*ikut senyum aja......

Likah - Syafa Azizah said...

dan akhirnya...

sang teman itu tak jadi walimah. padahal si ikhwan meminta ia menunggu after pemilu, sejak bulan februari proposal ikhwan itu ia terima.

semoga diberi kesabaran selalu...

muadz azizi said...

dulu saya orang tarbiyah, dan sekarang saya orang partai.
Tentu saja tetap tarbiyah.
Alhamdulillah saya merasa seluk beluknya, jatuh bangunnya, bersama ikhwah semua.
bagi pengembara seperti saya, keberadaan partai sangat berati.
Pertama saya datang ke Balikpapan dijemput orang partai.
Tinggal di kantor partai.
Berkenalan dengan teman2 partai.
Diantara guru saya adalah ketua partai.
Sayapun punya amanah di partai.

Baksos menjelang pemilu saja?
Ah, mungkin tidak semua tahu yg kami lakukan.
Saat banjir dekat Semut Damai, partai kami turun
Saat kebakaran di kalndasan, rasanya kami yg pertama turun.
Setiap Ramadhan, rasanya selalu ada kegiatan ke masyarakat.
Belum serangkaian kegiatan, yang kami adakan tanpa nama partai.

Kok kesannya jadi menunjuk2kan amal ya?
Engga juga, tapi sepanjang tulisan yg saya nikmati di blog ini,
tulisan ini terkesan agak 'lain'
Tetaplah dalam kapal ini Bu, waktu akan mendewasakan kita, insya Allah.

Tapi sebaiknya jangan salahkan partainya ya, hehehe.
Salam dari BDS

Likah - Syafa Azizah said...

@muadzbalikpapan : yah, insannya yang berada di sana, walaupun tidak semuanya... semoga temen-temen tetep istiqomah yah... amiin...

makasih... :)